Example 728x250
None

Pengusaha Tembakau Madura Minta Kepastian dari Menkeu Purbaya Mengenai Tambahan Layer CHT

52
×

Pengusaha Tembakau Madura Minta Kepastian dari Menkeu Purbaya Mengenai Tambahan Layer CHT

Share this article

Pengusaha tembakau asal Madura, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, kembali meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk segera mengimplementasikan komitmen terkait penambahan layer tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT). Ini adalah langkah penting yang diharapkan bisa memberikan ruang bagi industri rokok skala kecil dan menengah untuk masuk ke jalur legal.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, Gus Lilur—sapaan akrab pria ini—menegaskan bahwa Menkeu Purbaya pernah menyampaikan janji tersebut secara terbuka pada 15 Januari 2025 lalu. Ia mengatakan, saat itu Menteri Keuangan menjanjikan akan segera mengambil tindakan dalam waktu satu minggu. Namun, hampir satu bulan telah berlalu tanpa adanya kejelasan.

“Kami menagih janji Pak Purbaya. Waktu itu jelas disampaikan, satu minggu akan ada kebijakan penambahan layer tarif cukai. Sekarang hampir satu bulan belum ada kejelasan. Ini soal keberpihakan negara pada industri rakyat,” ujar Gus Lilur dalam keterangan resminya, Senin (9/2/2026).

Penambahan Layer CHT sebagai Solusi

pengusaha tembakau madura berdiskusi dengan pejabat pemerintah

Menurut Gus Lilur, penambahan layer tarif cukai merupakan solusi paling realistis untuk mengatasi masalah rokok ilegal. Selama ini, struktur tarif yang kaku membuat pengusaha kecil tidak mampu masuk ke sistem legal. Dengan adanya tambahan layer, mereka bisa naik kelas, masuk ke sistem resmi, membayar cukai, dan negara justru diuntungkan.

“Masalah rokok ilegal itu bukan semata kriminalitas, tapi akibat desain kebijakan yang tidak memberi ruang. Kalau layer ditambah, pengusaha kecil bisa naik kelas, masuk sistem, bayar cukai, dan negara justru diuntungkan,” katanya.

Kondisi Ekonomi Madura yang Mengkhawatirkan

rencana pengembangan kawasan ekonomi khusus tembakau madura

Gus Lilur juga menyoroti ironi bahwa Meskipun Madura adalah salah satu produsen tembakau terbesar nasional, empat kabupatennya—Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep—secara konsisten berada dalam daftar daerah termiskin di Jawa Timur.

Dia menilai pembangunan infrastruktur seperti Jembatan Suramadu gagal memicu industrialisasi lokal karena hanya mempercepat arus keluar orang dan barang, bukan menumbuhkan pabrik di dalam pulau.

“Jembatan Suramadu memang penting, tapi jika tidak diiringi dengan pembangunan ekonomi lokal, maka efeknya justru merugikan masyarakat setempat,” ujarnya.

Dukungan terhadap Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura

Selain mendesak realisasi tarif cukai, para pengusaha tembakau Madura juga menyatakan dukungan penuh terhadap gagasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura yang diperjuangkan oleh Komunitas Muda Madura (KAMURA).

KEK Tembakau dipandang sebagai jawaban struktural agar nilai tambah ekonomi tembakau tetap berputar di Madura, mengintegrasikan petani, pabrik rakyat, hingga sektor logistik.

Langkah Kementerian Keuangan

pengusaha tembakau madura dalam rapat dengan pemerintah

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berencana menambah satu lapisan (layer) baru pada struktur Cukai Hasil Tembakau (CHT). Hal ini dilakukan untuk memberikan ruang bagi produk rokok yang sebelumnya ilegal agar bisa masuk ke jalur resmi dan mulai menyetor pungutan ke negara.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi pengusaha kecil untuk menjalankan bisnis secara legal dan berkontribusi pada pendapatan negara.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa tujuan dari penambahan layer tarif CHT?

Penambahan layer tarif CHT bertujuan untuk memberikan ruang bagi pengusaha rokok kecil dan menengah untuk masuk ke jalur legal, sehingga mereka bisa membayar cukai dan negara mendapatkan pendapatan.

Bagaimana dampak dari kebijakan ini terhadap industri tembakau?

Dampaknya akan positif, karena pengusaha kecil akan memiliki kesempatan untuk berkembang secara legal dan meningkatkan kontribusi ekonomi daerah.

Apakah KEK Tembakau Madura sudah direncanakan?

Ya, KEK Tembakau Madura sedang diperjuangkan oleh Komunitas Muda Madura (KAMURA) sebagai upaya untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi di wilayah tersebut.

Apa hubungan antara Jembatan Suramadu dan pertumbuhan ekonomi Madura?

Meski Jembatan Suramadu memfasilitasi transportasi, namun tanpa pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan, dampaknya tidak sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat Madura.

Bagaimana tanggapan pengusaha terhadap rencana penambahan layer CHT?

Para pengusaha sangat mendukung rencana ini karena dianggap sebagai langkah strategis untuk melegalkan usaha mereka dan meningkatkan kontribusi pajak.

Kesimpulan

Pengusaha tembakau Madura kembali menagih janji Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait penambahan layer tarif CHT. Ini adalah langkah penting yang diharapkan bisa memberikan ruang bagi industri rokok skala kecil dan menengah untuk masuk ke jalur legal. Dengan kebijakan ini, diharapkan akan ada peningkatan kontribusi ekonomi dan penerimaan negara. Selain itu, dukungan terhadap KEK Tembakau Madura juga menjadi bagian dari upaya untuk membangun ekonomi lokal yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *