Jakarta – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) mengingatkan masyarakat bahwa banjir yang terjadi di Ibu Kota tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kesadaran bersama dari warga. Pernyataan ini disampaikan JK saat meninjau pelaksanaan kerja bakti bertajuk “Jaga Jakarta” bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (8/2/2026).
![]()
JK menekankan pentingnya kesadaran individu dalam menjaga lingkungan sekitar. “Pokoknya kalau banjir, jangan marahi gubernur, marahi diri sendiri. Kenapa rumah saya tidak bersih? Kenapa selokan saya tidak bersih? Kenapa buang sampah di sungai?” ujarnya dengan tegas.
Menurut mantan Wakil Presiden RI ini, banjir sering kali dipicu oleh curah hujan yang tinggi. “Ketika air hujan turun lebih banyak dibandingkan air yang keluar, maka banjir pun terjadi,” tambahnya.
Pernyataan JK ini menunjukkan bahwa solusi untuk menghadapi banjir tidak hanya terletak pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Dalam konteks ini, kerja bakti seperti yang dilakukan di Cipinang Melayu menjadi langkah nyata untuk memperbaiki kondisi lingkungan sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

Selain itu, JK juga menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan lingkungan. “Kita semua harus bekerja sama, karena masalah banjir adalah masalah kita bersama,” katanya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, JK juga menyampaikan pesan-pesan tentang pentingnya kebersihan lingkungan sebagai bentuk perlawanan terhadap banjir. Ia berharap masyarakat dapat lebih sadar akan dampak negatif dari tindakan tidak bertanggung jawab, seperti membuang sampah sembarangan atau mengotori saluran air.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan banjir, kerja bakti seperti ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi masyarakat lainnya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi pentingnya partisipasi aktif warga dalam menjaga lingkungan.
Dengan demikian, pernyataan JK tidak hanya sekadar kritik terhadap pemerintah, tetapi juga ajakan untuk lebih proaktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan kesadaran dan komitmen bersama, Jakarta bisa menjadi kota yang lebih sehat dan aman dari ancaman banjir.
FAQ:
-
Apa maksud pernyataan JK tentang banjir?
JK menegaskan bahwa banjir adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. Kesadaran masyarakat sangat penting dalam mencegah banjir. -
Bagaimana cara mencegah banjir secara individu?
Masyarakat dapat menjaga kebersihan lingkungan, seperti tidak membuang sampah di saluran air dan merawat selokan agar tidak tersumbat. -
Apa tujuan dari kerja bakti “Jaga Jakarta”?
Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah banjir melalui tindakan nyata. -
Mengapa curah hujan tinggi bisa menyebabkan banjir?
Ketika jumlah air hujan melebihi kapasitas saluran air, air akan meluap dan menyebabkan banjir. -
Bagaimana peran pemerintah dalam mengatasi banjir?
Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan infrastruktur saluran air baik dan menjalankan kebijakan pengelolaan air yang efektif.
Dengan peningkatan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat, Jakarta dapat menjadi kota yang lebih sehat dan siap menghadapi ancaman banjir. Semangat kebersamaan dan tanggung jawab bersama adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
