Jalan Gelap Mengancam Keselamatan Pemudik dan Wisatawan di Banten
Jelang arus mudik dan libur lebaran 2026, masyarakat kembali dihadapkan pada tantangan keselamatan lalu lintas. Sejumlah ruas jalan utama di Banten masih gelap karena minimnya penerangan jalan umum (PJU). Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terutama bagi pemudik dan wisatawan yang melintasi jalur-jalur strategis seperti Pelabuhan Merak dan Ciwandan, serta rute wisata ke Anyer dan Cinangka.
PJU Tidak Memadai, Pemerintah Berupaya Perbaikan

Pemerintah Provinsi Banten mengakui bahwa pemasangan PJU masih dalam proses koordinasi dengan PLN. Gubernur Banten, Andra Soni, menyatakan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan kabupaten dan kota untuk memastikan penerangan jalan diperbaiki sebelum arus mudik tiba. “Kami terus berupaya agar lampu-lampu tersebut dapat dipasang, dan perbaikan jalan harus selesai H-10,” ujarnya.
Namun, tidak semua wilayah memiliki anggaran yang cukup untuk membayar tagihan listrik PJU. Bupati Serang, Ratu Zakiyah, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada dana yang tersedia untuk biaya penerangan jalan. “Kami sedang mengevaluasi anggaran yang dibutuhkan,” kata dia.

Daftar Ruas Jalan yang Masih Gelap

Beberapa ruas jalan yang masih gelap antara lain:
- Jalan Raya Serang – Jakarta (Kabupaten Serang)
- Jalan Raya Cikande – Rangkasbitung (Kabupaten Serang)
- Jalan Raya Serang – Cilegon
- Jalan Palima hingga Cadasari (Kabupaten Pandeglang)
- Jalan Palima – Cinangka atau Palka
- Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon
Ruas-ruas ini menjadi jalur alternatif bagi para pemudik maupun wisatawan. Namun, tanpa penerangan yang memadai, risiko kecelakaan meningkat, terutama di malam hari.
Dampak pada Arus Mudik dan Wisata

Masalah PJU yang tidak memadai bukan hanya berdampak pada keselamatan, tetapi juga pada pengalaman berkendara. Pemudik dan wisatawan yang melintasi jalur-jalur ini bisa merasa khawatir, terutama jika jalan berkelok, menanjak, atau menurun.
Selain itu, kondisi jalan yang gelap juga dapat mengganggu aktivitas pariwisata di daerah seperti Anyer dan Cinangka, yang biasanya ramai dikunjungi selama libur lebaran.
Langkah Pemerintah dan Masyarakat
Pemerintah daerah berjanji akan terus berupaya memperbaiki kondisi jalan, termasuk memastikan penerangan jalan berfungsi optimal. Namun, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama.
Masyarakat diminta untuk lebih waspada saat berkendara, terutama di malam hari. Pengguna jalan juga diimbau untuk membawa senter atau alat penerangan tambahan.
FAQ
Q: Apa penyebab jalan di Banten masih gelap?
A: Minimnya penerangan jalan umum (PJU) karena keterbatasan anggaran dan koordinasi antara pemerintah daerah dan PLN.
Q: Bagaimana pemerintah menangani masalah ini?
A: Pemerintah provinsi dan kabupaten sedang berkoordinasi dengan PLN untuk memasang PJU dan memperbaiki jalan sebelum arus mudik tiba.
Q: Apakah ada ancaman keselamatan dari jalan gelap?
A: Ya, jalan gelap meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di malam hari dan di jalur berkelok atau menanjak.
Q: Apa yang bisa dilakukan masyarakat?
A: Masyarakat disarankan untuk waspada, membawa alat penerangan tambahan, dan menghindari perjalanan di malam hari jika memungkinkan.
Q: Kapan perbaikan jalan akan selesai?
A: Target penyelesaian adalah H-10 sebelum arus mudik.
Penutup
Masalah penerangan jalan di Banten jelang arus mudik 2026 menunjukkan pentingnya koordinasi antara pemerintah dan pelaku usaha. Meskipun upaya sedang dilakukan, masyarakat tetap harus waspada. Keselamatan jalan raya adalah tanggung jawab bersama, dan langkah-langkah preventif sangat diperlukan untuk menghindari kecelakaan.




