Example 728x250
Berita

Pertikaian Warga Flores Timur Bersenjata Rakitan, Banyak Korban Luka

11
×

Pertikaian Warga Flores Timur Bersenjata Rakitan, Banyak Korban Luka

Share this article

Kekacauan di Flores Timur: Bentrok Warga Bersenjata Rakitan Akibatkan Korban Luka Berjatuhan

Bentrokan antar warga di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengakibatkan beberapa korban luka tembak akibat senjata rakitan. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (6/3) di Kecamatan Adonara Timur menimbulkan kekacauan dan memicu tindakan darurat dari pihak berwajib.

Korban Terluka Dilarikan ke Rumah Sakit

warga korban bentrokan di rumah sakit

Dua korban dari Desa Waiburak, tepatnya Dusun Bele, harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Hendrikus Fernandez Larantuka setelah mengalami luka tembak. Salah satu korban mengalami luka di paha kanan, sementara yang lainnya luka di area bawah telinga sebelah kanan.

Kepala Puskesmas Ile Boleng, Stefanus Ola Bura, menjelaskan bahwa kedua korban langsung diberi perawatan intensif setelah tiba di rumah sakit. “Mereka dirujuk Jumat kemarin, sudah dilakukan pemeriksaan dan diketahui ada benda asing di dalam organ tubuh korban,” ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Direktur RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka, Gregorius Bato Koten, menambahkan bahwa kondisi kedua korban stabil namun masih diperlukan operasi untuk mengeluarkan benda asing tersebut. “Saat ini ada satu pasien masih di IGD dan satunya lagi sudah dipindahkan ke ruangan edelweis,” jelasnya.

dokter memeriksa korban luka tembak

Penanganan di Rumah Sakit Pratama Adonara

korban luka tembak di rumah sakit pratama

Selain dua korban di RSUD, tiga korban lainnya yang dirawat di Rumah Sakit Pratama Adonara juga mendapatkan penanganan medis. Dari ketiga korban tersebut, dua orang sudah diizinkan pulang setelah menjalani perawatan intensif, sedangkan satu orang masih dalam observasi pasca pengangkatan proyektil.

Polisi Turun Tangan untuk Meredam Situasi

polisi berkomunikasi dengan tokoh masyarakat

Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, menjelaskan bahwa bentrok itu dipicu oleh perbedaan persepsi terkait rencana pemanfaatan lahan di perbatasan dua wilayah. Pihak kepolisian langsung turun tangan untuk meredam situasi dan mencegah kembali terjadinya bentrok.

“Personel Polres Flores Timur bersama Polsek Adonara Timur segera melakukan pengamanan di lokasi kejadian serta melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat agar situasi tetap kondusif,” ucapnya saat dikonfirmasi CNNindonesia.com.

Upaya Mencegah Kembali Terjadinya Bentrok

Untuk mencegah pergerakan massa yang bisa memicu bentrok kembali, pihak kepolisian menempatkan personel di titik rawan. Selain itu, komunikasi intensif dilakukan dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa.

“Kami mengedepankan pendekatan humanis dengan melibatkan tokoh adat dan tokoh masyarakat agar persoalan ini dapat diselesaikan melalui musyawarah,” kata AKBP Adhitya.

Kerusakan Bangunan dan Barang Bukti

barang bukti senjata rakitan

Dari hasil pendataan sementara, terdapat enam bangunan yang mengalami kerusakan yaitu 1 unit gudang kopra, 2 unit tempat usaha (cuci motor dan pangkas rambut), serta 3 unit rumah tinggal. Kerugian materiil masih dalam proses pendataan bersama pemerintah desa.

Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa ketapel, anak panah, senjata tajam jenis parang, dan beberapa alat rakitan yang diduga digunakan sebagai alat kejut untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Pengamanan Diperkuat

petugas kepolisian menjaga lokasi kejadian

Sebanyak 30 personel Polres Flores Timur dan 32 personel Brimob Sikka telah dikerahkan untuk menjaga keamanan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan mempercayakan penyelesaian persoalan kepada aparat melalui jalur dialog.

FAQ

Apa penyebab bentrokan di Flores Timur?

Bentrokan dipicu oleh perbedaan persepsi terkait rencana pemanfaatan lahan di perbatasan dua wilayah.

Bagaimana kondisi korban luka tembak?

Dua korban dirujuk ke rumah sakit dan kondisi mereka stabil namun masih membutuhkan operasi untuk mengeluarkan benda asing di tubuh.

Apa langkah yang diambil oleh pihak kepolisian?

Pihak kepolisian melakukan pengamanan di lokasi kejadian, pendekatan persuasif kepada masyarakat, serta mengamankan barang bukti.

Apakah ada korban jiwa dalam kejadian ini?

Hingga saat ini belum ada informasi resmi tentang korban jiwa.

Apa yang dilakukan pihak kepolisian untuk mencegah bentrok kembali?

Pihak kepolisian menempatkan personel di titik rawan dan melakukan komunikasi intensif dengan tokoh adat dan masyarakat.

Kesimpulan

Bentrokan di Flores Timur yang melibatkan warga dengan senjata rakitan menjadi peringatan akan pentingnya dialog dan kesadaran masyarakat dalam menyelesaikan konflik. Meski situasi kini terkendali, kejadian ini menunjukkan perlunya penguatan keamanan dan pencegahan konflik di daerah-daerah yang rentan. Dengan kolaborasi antara pihak berwajib dan masyarakat, diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *